7 Manfaat Gajah Sumatera Bagi Insan Dan Alam

Gajah sebagai mamalia darat terbesar di dunia kerap disimbolkan sebagai binatang yang besar dan kuat dengan indera pendengaran lebar, kaki besar dan kuat, juga mata kecil dan belalai serta gadingnya. Gajah dijadikan sebagai lambang kepandaian, kesetiaan, huruf kepemimpinan dan kedisiplinan. Akan tetapi simbol – simbol tersebut tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Dibalik semua simbol manis terhadap gajah, keberadaannya dikala ini terancam punah sehingga gajah sudah dimasukkan sebagai binatang langka. Dua jenis gajah yang ada di dunia ialah Gajah Asia dan Gajah Afrika. Sub spesies dari Gejah Asia ialah Gajah India, Gajah Srilanka, Gajah Kalimantan, dan Gajah Sumatera.

Gajah Sumatera atau Elephas Maximus Sumatranus merupakan subspesies gajah Indonesia, beratnya sanggup mencapai 6 ton dengan tinggi 3,5 meter. Spesies gajah ini terancam punah secara kritis. Keberadaan gajah Sumatera terancam lantaran kehilangan habitat alaminya di hutan yang disebabkan oleh pembukaan lahan juga perburuan serta perdagangan penggalan – penggalan badan gajah menyerupai manfaat gading gajah  masih marak dilakukan sebagaimana perburuan akan manfaat cula badak. Selain itu, konflik dengan insan juga kerap menimbulkan gajah sebagai korban lantaran anggapan gajah merupakan hama sehingga kerap dibunuh oleh manusia. Pohon sawit muda ialah makanan kesukaan gajah, lantaran itu umumnya gajah dibunuh dengan racun atau ditangkap semoga tidak memakan pohon sawit muda.

Kegunaan Gajah Sumatera

Manusia yang tidak menyadari kegunaan gajah bagi alam seringnya bertindak kejam dan sewenang – wenang, padahal binatang juga mempunyai hak hidup yang sama menyerupai manusia. Gajah mempunyai manfaat bagi alam yang juga akan besar lengan berkuasa terhadap kehidupan manusia. Pembantaian gajah Sumatera beresiko menciptakan alam kehilangan manfaat gajah Sumatera menyerupai berikut ini: [AdSense-B]

  1. Gajah Sumatera mempunyai daya jelajah sampai 170 kilometer per hari, dan satu ekor gajah remaja sanggup mengonsumsi makanan sebanyak 136 kilogram per hari. Ini artinya dengan luas jelajah yang ditempuh gajah setiap hari, ia akan membuatkan biji secara alami untuk perbaikan kondisi hutan. Gajah akan berkelompok dikala mencari makan sampai berjumlah 50-60 ekor dan mengikuti jalur yang tetap. Ketika berjalan, gajah menginjak semak – semak di sekitarnya sehingga bibit tumbuhan banyak melekat pada kaki dan kotorannya. Semakin banyak jumlah gajah dalam satu kelompok, maka peluang biji tumbuhan atau bibit tersebut menyebar semakin besar.
  2. Kotoran gajah pun sanggup menjadi pupuk alami untuk tanaman. Ketika menjelajah, gajah yang sanggup buang kotoran sampai 18 kali sehari akan membuatkan kotorannya tersebut sehingga area hutan menjadi lebih subur. Selain itu, kotoran gajah sanggup diolah menjadi kertas dan partikel papan kayu. Hal ini sudah dilakukan di Taman Safari Indonesia II di Prigen, Jawa Timur.
  3. Bahkan air seni gajah juga mempunyai kegunaan tersendiri dari manfaat gajah Sumatera untuk diolah menjadi biogas. Air seni gajah dicampur dengan biogas berbahan dasar kotoran sapi Bali. Menurut riset TSI II, api menyala dalam waktu tiga hari saja, lebih cepat daripada biogas biasanya yang apinya gres menyala pada hari kelima atau ketujuh.
  4. Gajah ialah salah satu binatang yang mempunyai bantuan besar untuk menyeimbangkan ekosistem hutan sebagai produsen O2 dan penyerap CO2 dari udara. Hutan juga merupakan sumber keanekaragaman hayati dengan banyak sekali jenis tumbuhan dan fauna termasuk banyak sekali hasil sumber daya alam yang mempunyai kegunaan bagi manusia.
  5. Manfaat gajah Sumatera juga sanggup membantu proses pembukaan lahan pertanian, sehingga gajah sesungguhnya sangat bermanfaat bagi manusia.
  6. Konsumsi makanan gajah yang besar juga bermanfaat untuk mencegah hutan menjadi terlalu rimbun dan lebih nyaman untuk satwa yang lainnya. Ada pula tumbuhan yang menyematkan nama gajah pada sebutannya menyerupai manfaat daun belalai gajah, manfaat tebu gajah dan manfaat rumput gajah.
  7. Manfaat gajah Sumatera sanggup didapatkan dari tubuhnya yang besar untuk membuka jalan bagi binatang lain sehingga lebih gampang untuk menjelajah hutan dan mencari makan. [AdSense-C]

Terancamnya Populasi Gajah Sumatera

Sayangnya manfaat gajah Sumatera terancam tidak usang lagi dirasakan oleh insan dan alam, lantaran jumlahnya terus menyusut dari waktu ke waktu. Berdasarkan survei yang dilakukan pada tahun 2007, gajah Sumatera hanya tersisa 2000 sampai 2700 ekor di alam liar tetapi diperkirakan terus menyusut lantaran banyak sekali pembunuhan yang terjadi. Sekitar 65 persen populasi gajah musnah lantaran dibunuh oleh manusia, dan 30 persen kemungkinan dengan cara diracun. Sekitar 83 persen habitat gajah Sumatera sudah berubah fungsi menjadi wilayah perkebunan akhir perambahan insan yang agresif. Menurut data World Wildlife Fund (WWF), gajah pujian Lampung itu bahkan kurang dari satu dekade telah dibunuh sebanyak 129 ekor di Sumatera terutama di Propinsi Riau.

Sebanyak 59 persen maut gajah Sumatera lantaran diracun, 13 persen diduga diracun dan 5 persen lantaran senjata api. Posisi sebaran gajah Sumatera pun tidak hanya berada di daerah konservasi, namun sebanyak 90 persen habitat gajah Sumatera berada di daerah konsesi perusahaan atau menjadi binaan masyarakat. Keegoisan dan keserakahan telah mendorong insan tidak mempunyai rasa perikemanusiaan dan tidak memikirkan belas kasihan kepada gajah yang sejatinya hanya berusaha bertahan hidup ketika habitatnya dirampas manusia. Banyak masyarakat yang sama sekali tidak memahami bahwa melindungi gajah bantu-membantu sama saja dengan melindungi kehidupan insan itu sendiri dari ketidak seimbangan ekosistem. Jika demikian, pembantaian terhadap gajah sama saja mengundang ancaman bagi insan lantaran kehilangan manfaat binatang bagi manusia dan manfaat binatang bagi tumbuhan.